Rindu Kami

Rindu kami bukan pada bulan yang datang setahun sekali

Rindu kami pada kesempatan yang masih diberi menatapnya

Duduk bersimpuh dan menghabiskan waktu bersama-Nya

Bukan ingin masuk surga atau merasa paling takwa

Rindu kami adalah pada ridha yang akan diberi

 

Rindu kami bukan pada kue yang dibuat setahun sekali

Rindu kami kapan kesempatan berbagi masih diberi

Atau kapan masih bersama sesama di balai tadarus memperbaiki diri

Menempel karut marut kecemburuan dalam kehidupan yang timpang

Di tengah terpaan fitnah duniawi yang tiada henti

 

Rindu kami bukan pada nyanyian para qari

Rindu kami pada keikhlasan menghiasi diri dalam hidup

Rindu kami pada bacaan yang membimbing hati nurani

Bukan siraman bentakan nasehat yang menggurui

Karena semua telah diberi hati nurani untuk mendengar dan saling berbagi

 

Rindu kami bukan suara keras para pendai

Apalagi yang suka menghakimi

Karena hakim yang abadi Dia lah yang sendiri

Rindu kami pada para teladan yang menjembatani hidup kami

Dalam suka, duka dan mungkin kekhilafan kami

Andai saja pendai tak bernurani tentu dia tidak akan mau mengabdi

Karena seddikit saja gaji dibandingkan dengan presenter tv

 

Akhir rindu kami hanya pada yang abadi

Dan itu selalu ada di batin kami

Yang setiap hari akan selalu kami bawa

Kita doakan bersama akan sampai mati

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s