Rindu Kami

Rindu kami bukan pada bulan yang datang setahun sekali

Rindu kami pada kesempatan yang masih diberi menatapnya

Duduk bersimpuh dan menghabiskan waktu bersama-Nya

Bukan ingin masuk surga atau merasa paling takwa

Rindu kami adalah pada ridha yang akan diberi

 

Rindu kami bukan pada kue yang dibuat setahun sekali

Rindu kami kapan kesempatan berbagi masih diberi

Atau kapan masih bersama sesama di balai tadarus memperbaiki diri

Menempel karut marut kecemburuan dalam kehidupan yang timpang

Di tengah terpaan fitnah duniawi yang tiada henti

 

Rindu kami bukan pada nyanyian para qari

Rindu kami pada keikhlasan menghiasi diri dalam hidup

Rindu kami pada bacaan yang membimbing hati nurani

Bukan siraman bentakan nasehat yang menggurui

Karena semua telah diberi hati nurani untuk mendengar dan saling berbagi

 

Rindu kami bukan suara keras para pendai

Apalagi yang suka menghakimi

Karena hakim yang abadi Dia lah yang sendiri

Rindu kami pada para teladan yang menjembatani hidup kami

Dalam suka, duka dan mungkin kekhilafan kami

Andai saja pendai tak bernurani tentu dia tidak akan mau mengabdi

Karena seddikit saja gaji dibandingkan dengan presenter tv

 

Akhir rindu kami hanya pada yang abadi

Dan itu selalu ada di batin kami

Yang setiap hari akan selalu kami bawa

Kita doakan bersama akan sampai mati

 

 

 

Advertisements

3 Cara Berpikir Orang Sukses

Semua ingin sekali menjadi orang yang sukses. Sebenarnya apa sih yang dibutuhkan agar sukses? Ternyata menurut Nathalia Sunaidi, seorang Hypnotherapist dan guru Hypnotheraphy di Nathalia Institute, orang yang sukses itu punya cara pikir dan respon yang beda terhadap situasi.

“Rumusnya mudah, events plus responses sama dengan outcomes. Intinya respon Anda menentukan hasil nantinya,” jelas Nathalia dalam sesi Dove Secret Strength Camp, Hotel Padma, Bandung, Jawa Barat, Jum’at (13/7/2012), lalu. Ada tiga respon yang bisa Anda kendalikan dalam hidup Anda. Mulailah mengendalikan pikiran Anda, Image tentang Anda yang ada di kepala Anda, terkahir kata-kata yang Anda katakan.

Bisa saja orang mengatakan jika Anda tidak becus melakukan pekerjaan Anda. Bahwa Anda bodoh, bahwa anak TK juga bisa melakukan pekerjaan Anda dengan lebih baik. Tetapi respon Anda terhadap kritik itu yang menentukan hasilnya. Bila respon Anda malah jadi malas bekerja dan rendah diri, maka pekerjaannya makin jauh dari hasil yang diharapkan.

Nathalia memberi contoh sebuah kisah sukses penyanyi Elvis Presley, “Jika Elvis saat audisi mendengarkan produser saat itu yang mengatakan bahwa dia harus melupakan mimpinya menjadi penyanyi dan tetap menjadi supir truk. Saat ini dunia tak akan mengenal Elvis Presley,” ceritanya memberi semangat.

“Bila Anda bisa merubah semua itu maka Anda akan menghasilkan performa yang luar biasa seperti yang Anda inginkan,” saran Nathalia. Lebih Lanjut Nathalia menjelaskan cara melakukan perubahan tiga respon tersebut. “Caranya mulailah menggunakan self talk para orang sukses.”

1. Hilangkan kata negatif

Cobalah untuk selalu menggunakan kalimat positif. Buang kalimat yang menggunakan kata jangan. Misal “Jangan malas bikin laporan.”  atau “Jangan nonton TV sampai larut malam.” Sebagai gantinya. “Saya akan menyelesaikan laporan ini.” atau “Saya akan nonton satu jam lalu tidur.”

2. Buat deklarasi positif

“Banyak sekali dari kita yang mengeluarkan pernyataan yang tanpa sadar menjadi sugesti dan kenyataan dalam hidup kita, contohnya, saya tak akan mendapatkan lelaki yang saya inginkan atau saya tidak mampu membeli barang mahal. Nah, kejadian deh.” Nathalia memberi contoh. Mulai sekarang, selalu bikin deklarasi positif seperti “Saya selalu beruntung.” “Semua bisnis yang saya jalani menguntungkan.”

3. Naikkan level vibrasi Anda

“Jika Anda mengatakan hal negatif pada self talk Anda, maka Anda sedang menurunkan level vibrasi Anda,”kata Nathalia. Mulailah mengatakan pada diri Anda hal-hal yang positif saja seperti: “Saya memutuskan untuk mendapatkan pasangan yang baik.” atau “Saya sedang dalam proses menjadi sukses.”

(Sumber: Kompas.com)

Touchstone

Ketika perpustakaan besar Alexandria dibakar, ceritanya, satu buku diselamatkan. Tapi itu bukan buku yang berharga, dan sebagainya orang miskin, yang bisa membaca sedikit, membelinya untuk beberapa tembaga.

Buku itu tidak sangat menarik, tetapi antara halaman-halamannya ada sesuatu yang sangat menarik memang. Itu adalah strip tipis vellum yang ditulis rahasia dari “Touchstone”!

Ujian adalah kerikil kecil yang bisa berubah setiap logam biasa menjadi emas murni. Tulisannya menjelaskan bahwa itu tergeletak di antara ribuan dan ribuan kerikil lain yang tampak persis seperti itu. Tapi rahasia itu ini: The real batu akan terasa hangat, sedangkan kerikil biasa dingin.

Jadi orang itu menjual beberapa barang-barang miliknya, membeli beberapa perlengkapan sederhana, berkemah di tepi pantai, dan mulai kerikil pengujian.

batu
Dia tahu bahwa jika ia mengambil kerikil biasa dan melemparkan mereka turun lagi karena mereka dingin, ia mungkin mengambil ratusan kerikil yang sama kali. Jadi, ketika ia merasa salah satu yang dingin, ia melemparkannya ke laut. Dia menghabiskan sepanjang hari melakukan hal ini namun tidak satupun dari mereka adalah batu ujian tersebut. Namun ia pergi dan di jalan ini. Ambil kerikil. Dingin – membuangnya ke laut. Pick up lain. Membuangnya ke laut.

Hari-hari berganti menjadi minggu dan minggu menjadi bulan. Suatu hari, bagaimanapun, sekitar tengah hari, ia mengambil kerikil dan itu hangat. Dia melemparkannya ke laut sebelum ia menyadari apa yang telah dilakukannya. Dia telah membentuk suatu kebiasaan yang kuat saling lempar kerikil ke laut bahwa ketika yang ia ingin datang, ia masih membuangnya.

Jadi dengan kesempatan. Kecuali kita waspada, itu asy gagal untuk mengenali kesempatan ketika di tangan dan itu hanya sebagai mudah untuk membuangnya.

Baca lebih lanjut: http://www.motivationalwellbeing.com/motivational-stories-2.html # ixzz2ZbPk3qAb

Michael Frayn discusses his varied literary career

Michael Frayn has had an incredibly prolific literary career, juggling successful jobs as a dramatist, novelist and translator.

Frayn is best known as the writer of the theatrical farce Noises Off (1982) and the dramas Copenhagen (1998) and Democracy (2003).His comic novels have also been critical and commercial successes, making him one of the few British writers who have succeeded in both drama and prose fiction.

Frayn’s latest novel, Skios (2012) is about a case of mistaken identity set on a Greek island. It experiments with the rules of stage farce by applying them to the novel. Skios is on the longlist for the Man Booker Prize in 2013.

Frayn talks to Gavin Esler about a writing career which began with his time as an award-winning journalist.

Belajar dari Kedewasaan Berpolitik Gus Dur

Pagi ini, demokrasi cedera oleh para pengusungnya. Mesir, negeri yang menjadi inspirator Arab Spring, harus kehilangan presiden yang mereka pilih langsung dengan demokratis.

Muhammad Mursi dipaksa turun dengan kudeta. Militer menodongkan senjata ke kantor presiden dan memaksanya turun tahta.

Sebagaimana cacatnya kudeta dalam buku sejarah, kudeta Mesir kali ini pun dibumbui noda antidemokrasi. Aljazeera melaporkan, tigaratus anggota Ikhwanul Muslimin ditangkap militer.

Mursi pun harus menjadi tahanan rumah. Pers dibungkam. Stasiun televisi milik Ikhwanul Muslimin dibredel, begitupula Aljazeera yang diserang oleh tentara karena menyiarkan pidato presiden dari tahanan rumah.

Aksi militer Mesir kali ini memang jauh berbeda ketimbang saat rakyat Mesir memaksa Hosni Mubarak mundur. Kala itu, militer mati-matian membela Mubarak.

Padahal, saat itu Mesir masih bersatu. Kaum liberal, kiri, Ikhwanul Muslimin, Salafi, hingga minoritas seperti Kristen Koptik berada di Lapangan Tahrir untuk meminta Presiden Mubarak turun.

Pagi ini, meski dukungan rakyat Mesir terbelah, militer keukeuh sangat sigap untuk meminta Morsi turun. Panglima Militer sekaligus Menteri Pertahanan Mesir Jendral Abdel Fattah Al Sissi mengeluarkan deklarasi pencabutan Mursi sebagai kepala negara.

Al Sissi menunjuk Ketua Mahkamah Agung Adli al Mansour sebagai pejabat ad interim (sementara) kepala negara. Sumpah jabatan akan diambil pada Kamis (4/7) ini. Sang jendral meminta rakyat Mesir melakukan rekonsiliasi nasional sementara Mursi dijadikan tahanan rumah.

Militer agaknya memilih jalan pintas untuk menyelesaikan perdebatan konstitusi antara Mursi dengan oposisi. Kudeta dibalik moncong senjata kembali dipilih dibanding menghormati apa yang sudah disimpulkan oleh demokrasi.

Sayangnya, oposisi pun tak dapat mengambil posisi jernih. Albaredei dan kawan-kawan mengambil keuntungan dari tangan militer. Oposisi lebih memilih untuk diam dan bertepuk tangan. Kemudian berdemonstrasi di Lapangan Tahrir seolah Mursi dijatuhkan oleh kekuatan rakyat.

Saya pun mencoba mengingat saat Presiden Abdurrahman Wahid lengser dari kursi presiden pada 2001. Gusdur harus terjungkal lewat kekuatan yang tadinya menggalang tokoh Nahdlatul Ulama ini menjadi presiden, poros tengah.

Gusdur pun melakukan aksi politik. Dia menandatangani dekrit yang menyatakan parlemen harus dibekukan. Mirip apa yang dilakukan oleh Presiden Soekarno kepada konstituante. Ketika itu, proklamator RI tersebut meneken dekrit untuk membubarkan lembaga tersebut karena gagal membuat konstitusi.

Hanya, Gusdur terjatuh bukan lewat jalur kudeta. Dia dijungkal dengan prosedur demokrasi yang resmi. Gusdur dijatuhi mosi tidak percaya lewat sidang istimewa di Majelis Permusyawaratan Rakyat.

Dalam hal ini, TNI mengambil posisi jernih. Tentara mengabaikan taklimat presiden untuk membekukan parlemen. Untuk kali ini, militer mencatat prestasi karena berhasil memilih tunduk kepada negara ketimbang penguasa. Alhasil, Gusdur legowo mundur dari istana. Sebagai Wakil Presiden, Megawati menjadi pengganti.

Penggulingan Gusdur bukan tanpa gejolak. Kaum Nahdliyin dari berbagai daerah datang ke Jakarta. Menyatakan kesetiaan dengan cap jempol darah. Demonstrasi pun panas. Di daerah, Muhammadiyah yang merupakan penyokong Amien Rais, tokoh utama poros tengah harus bersitegang dengan  NU.

Cuma, itu tidak berlangsung lama. Gusdur menunjukkan kedewasaannya sebagai negarawan. Disaksikan oleh ratusan ribu pengikutnya, Gusdur bersedia mundur tanpa pertumpahan darah.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/kolom/fokus/13/07/04/mpe6hm-antara-mursi-dan-gusdur.  Redaktur : A.Syalaby Ichsan